Pemerintah Janjikan Tidak Ada Pajak Ganda terkait PPN Rokok 10%

Pemerintah Janjikan Tidak Ada Pajak Ganda terkait PPN Rokok 10%

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus menggodok wacana Pajak Pertambahan Nilai (PPN) produk hasil tembakau alias rokok sebesar 10 persen di tahun depan. Kajian ini melibatkan seluruh stakeholder untuk meyakinkan bahwa kebijakan ini bukan pajak ganda‎.

rokok 300x239 Pemerintah Janjikan Tidak Ada Pajak Ganda terkait PPN Rokok 10%

“Itu (kenaikan PPN rokok) masih wacana. Dikonsultasikan dulu dengan semua stakeholder,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Naraza.

Ia menegaskan bahwa pengenaan PPN rokok ini bukan pajak ganda. Untuk itu, mekanisme ‎pungutan harus dipikirkan secara matang dan dilaksanakan secara benar yakni memajaki setiap nilai tambah baik dari sisi produksi sampai ke tangan konsumen.

“PPN itu harusnya pakai sistem pajak masukan dan pajak keluaran. Tarifnya 10 persen, dan semua barang yang lain juga seperti itu PPN-nya. Jika dilaksanakan dengan benar, maka tidak akan terjadi pajak berganda karena yang dipajaki efektifnya adalah nilai tambah yang terjadi di tiap proses produksi sampai barang itu dibeli konsumen‎,” jelas Suahasil.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Subdit Peraturan PPN Industri I Direktorat Jenderal Pajak Wahyu ‎Winardi mengaku siap mendukung keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati terkait kenaikan PPN rokok dari 8,7 persen saat ini menjadi 10 persen yang rencananya tahun depan.

“Kewenangan mengenai subyek,obyek, dan tarif pajak ada pada BKF. Sedang dikaji di BKF bersama stakeholder karena memang ada rencana pungutan 10 persen, termasuk mekanisme atau sistem pungutan yang lebih simpel,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *